Posted on

HUBUNGAN KARAKTERISTIK INFORMASI YANG DIHASILKAN OLEH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI JAWA TIMUR

1        Latar Belakang

Salah satu peran penting sistem informasi akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi bagi orang yang tepat dengan cara yang tepat dan pada saat yang tepat. Informasi berperan meningkatkan kemampuan manajemen untuk memahami keadaan lingkungan sekitarnya dan mengidentifikasikan aktivitas yang relevan (Nazarrudin 1998:142). Perencanaan sistem informasi manajemen yang merupakan bagian dari sistem pengendalian organisasi perlu mendapat perhatian karena sistem informasi berguna bagi organisasi-organisasi untuk mengendalikan dan memonitor proses yang memiliki nilai tambah (Stair 1996:41). Informasi yang diterima oleh pihak manajemen sangat beraneka ragam dalam bentuk maupun fungsinya. Dengan beragamnya informasi yang diterima oleh manajemen, maka perlu dipilih dan dikelompokkan karektersitik informasi yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian kinerja manajemen. Diakui oleh banyak peneliti bahwa mengukur manfaat suatu informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi manajemen terhadap kinerja organisasi, merupakan hal yang sangat sulit (Mahmood dan Mann 2000). Tidak mengherankan jika muncul berbagai ketidaksetujuan diantara para peneliti sendiri mengenai hubungan antara kinerja dan manfaat sebuah informasi. Salah satu alasan utama ketidaksetujuan tersebut adalah korelasi yang mencerminkan hubungan antara kinerja dan informasi tidak secara langsung menunjukkan hubungan kausalitas. Meskipun masih terjadi pro dan kontra mengenai masalah tersebut, namun penelitian-penelitian mengenai hubungan antara kinerja manjerial dengan informasi tetap terus dilakukan, diantaranya oleh Chia (1995), Gul dan Chia (1994), Mia dan Chenhall (1994), Choe(1996) dan masih banyak lagi. Sejalan dengan hasil-hasil yang dicapai oleh penelitianpenelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Nazaruddin (1998) juga berhasil membuktikan bahwa informasi yang memiliki karakteristik broadscope, tepat waktu (timeliness) memiliki agregasi dan terintegrasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Mengikuti hasil-hasil yang telah dicapai oleh penelitian-penelitian sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk membuktikan adanya hubungan antara informasi dengankinerja manajerial. Karakteristik informasi yang bagaimana yang dibutuhkan untuk mendukung kinerja yang baik.

2        Rumusan Masalah

Melihat kepentingan dan peran informasi bagi manajemen dan dengan mendasarkan pada kajian empiris yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya mengenai karakteristik informasi dan hubungannya dalam mendukung kinerja manajemen, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan antara karakteristik informasi yang terdiri dari broadscope, timeliness, agregasi dan integrasi terhadap kinerja manajemen?

3       Kajian Teoritis dan Pengembangan Hipotesis

Karakteristik Informasi

Kriteria umum mengenai karakteristik informasi yang baik menurut Wilkinson adalah quantifiability, accuracy, aggregation, timeliness (Wilkinson 1999:221). Memang tidak terdapat indikator pasti mengenai karakteristik informasi yang baik, namun berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan bahwa karakteristik informasi yang baik menurut persepsi manajemen adalah (Gul dan Chia 1994; Chia 1995; Nazaruddin 1998) :

-          Broadscope

Dalam melaksanakan tugasnya manajer membutuhkan informasi dari berbagai sumber yang sifatnya luas (Robbins 1994:8). Karena itu manajer membutuhkan informasi yang memiliki karakteristik broadscope yaitu informasi yang memiliki cakupan yang luas dan lengkap (completeness) yang biasanya meliputi aspek ekonomi (pangsa pasar, produk domestik bruto (PDB), total penjualan) dan aspek non-ekonomi misalnya kemajuan teknologi, perubahan sosiologis, demografi (Chia1995:814).

-          Agregasi

Informasi disampaikan dalam bentuk yang lebih ringkas, tetapi tetap mencakup hal – hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri (Bordnar 1995; Alwi 2001). Informasi yang teragregasi akan berfungsi sebagai masukan yang berguna dalam proses pengambilan keputusan, karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk mengevaluasinya, sehingga meningkatkan efisiensi kerja manajemen (Chia 1995:815).

-          Integrasi

Informasi yang mencerminkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dan bagian lain (Nazaruddin 1998:147). Informasi yang terintegrasi berperan sebagai koordinator dalam mengendalikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam (Chia 1995:815). Manfaat informasi yang terintegrasi dirasakan penting saat manajer dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan yang akan berdampak pada bagian/unit yang lain. Timeliness Menyatakan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian (Echols 1996:593). Informasi dikatakan tepat waktu apabila informasi tersebut mencerminkan kondisi terkini dan sesuai dengan kebutuhan manajer (Bordnar 1995:399). Informasi yang tepat waktu akan membantu manajer dalam pengambilan keputusan (Chusing 1994:16).

4       Kinerja Manajerial

Kinerja manajerial adalah ukuran seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi (Stoner 1992). Evaluasi atas kinerja yang dilakukan oleh manajer beragam tergantung pada budaya yang dikembangkan masingmasing perusahaan (Ivancevich 1999:187). Berikut ini beberapa ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen, berdasarkan perspektif nonkeuangan :

  1. Kemampuan manajer untuk membuat perencanaan (Schermerhorn 1999:138) Perencanaan yang baik dapat meningkatkan fokus dan fleksibilitas manajer dalam manangani pekerjaannya. Masalah fokus dan fleksibilitas merupakan dua hal penting dalam lingkungan persaingan yang tinggi dan dinamis. Kemampuan manajer dalam membuat perencanaan dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja manajer. (Nazaruddin 1998:149).
  2. Kemampuan untuk mencapai target. Kinerja manajer dapat diukur dari kemampuan mereka untuk mencapai apa yang telah direncanakan (Mulyadi 2001:302). Target harus cukup spesifik, melibatkan partisipan, realistik dan menantang serta memiliki rentang waktu yang jelas (Hess 1996:83).
  3. Kiprah manajer di luar perusahaan. Intensitas manajer dalam mewakili perusahaan untuk berhubungan dengan pihak luar menunjukkan kepercayaan perusahaan kepada manajer tersebut. Kepercayaan ini dapat timbul karena beberapa hal, salah satunya adalah kinerja yang baik dari manajer. Wagner (1995:50) juga mengungkapkan bahwa peranan manajer dalam mewakili perusahaan menunjukkan tingkat kinerjanya.

5        Hubungan Karakteristik Informasi dengan Kinerja Manajemen

Chia (1955) dalam salah satu penelitiannya mengungkapkan bahwa karaktersitik informasi yang berupa aggregation, broadscope, integration dan timeliness mampu meningkatkan kinerja manajer. Manajer yang memiliki informasi dengan karakteristik tersebut umumnya mampu untuk membuat perencanaan yang lebih baik dan mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini khususnya lebih nampak pada organisasi – organisasi yang terdesentralisasi (Chia 1995). Sebelumnya, Gul dan Chia (1994) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ketersediaan karakteristik broadscope dan agregasi atas informasi berkaitan erat dengan kinerja manajemen. Dengan kata lain, bahwa keberadaan kedua karakteristik ini mampu meningkatkan kinerja manajemen. Mia dan Chenhall (1994), meskipun hanya meneliti karakteristik broadscope dari informasi, namun mereka berhasil membuktikan bahwa karakteristik ini berpengaruh terhadap kinerja manajemen. Bukti-bukti bahwa karakteristik informasi berhubungan dengan kinerja manajemen juga diungkapkan oleh AICPA. Hasil survey yang pernah dilakukan oleh AICPA & Lawrence S. Maisel mengenai pengukuran kinerja menyatakan, sebanyak 77% responden menyetujui bahwa karakteristik informasi yang berkualitas penting dalam meningkatkan kinerja manajerial (Maisel and AICPA 2001:28) Selanjutnya, Nazaruddin (1998) yang menguji mengenai pengaruh antara desentralisasi dan karakteristik informasi terhadap kinerja manajerial menunjukkan bahwa tingkat keandalan karakteristik informasi (broadscope, timeliness, agregasi dan integrasi) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja manajerial. Namun besar kecilnya pengaruh tersebut tergantung pada derajat desentralisasi. Pada organisasi – organisasi yang memiliki derajat desentralisasi yang tinggi maka kebutuhan akan karakteristik informasi sangat berpengaruh terhadap kinerja manajerial.

Alwi, Hasan (2001), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Pertama Edisi Ketiga,
Jakarta: Balai Pustaka
Bordnar, George H (1995), Accounting Information System, New Jersey: Prentice Hall
Inc.
Chia, Y.M. (September 1995), Decentralization, Managament Accounting System
Information Characteristic And Their Interaction Effects on Managerial
Performance: A Singapore Study, Journal of Business Finance and Accounting,
pp. 811-830.
Choe, Jong-min (1996), The Relationship among Performance of Accounting
Information Systems, Influence Factors, and Evolution Level of Information
Sytems, Journal of Management Information Systems, Vol. 12, No. 4, Spring,
pp. 215-239
Chusing, Barry E., dan Marshall B. Romney (1994), Accounting Information Systems,
Sixth Edition, Addison-Wesley Publishing Company Inc.

Echols, John M. dan Hassan Shadily (1996), Kamus Inggris Indonesia, Cetakan XXIII,
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum
Gul, F.A., dan Yew Ming Chia (1994), The Effect Of Management Accounting Systems,
Perceived Environment Uncertainty And Decentralization On Managerial
Performance: A Test Of Three Way Interaction , Accounting, Organization and
Society, Vol 19, pp. 413-426
Hess, Peter, Julie Siciliano (1996), Management Responsibility for Peformance,
Intenational Edition, USA; MacGraw Hill, Inc.
Ivancevich, John M., Michael T. Matteson (1999), Organizational Behavioral and
Management, Fith Edition, Singapore, McGraw Hill, Inc.
Maisel, Lawrence S. and American Institute of Certified Public Accountans (2001),
Performance Measurement Practices Survey Results, AICPA, Inc.
Mia, L., Robert H. Chenhall (1994), The Usefulness Of Management Accounting
Systems, Functional Differentiation And Managerial Effectiveness, Accounting,
Organization and Society, Vol. 19, No 1, pp. 1-19
Mulyadi (2001), Balanced Scorecard, Cetakan Kesatu, Jakarta: Salemba Empat.
Mahmood, Mo Adam dan Mann Gary J. (2004), Special Issue: Impacts of Information
Technology Investment on Organizational Performance, Journal of Management
Information Systems, Vol.16, No.4, Spring, pp 3-10
Nazaruddin, Ietje (1998), Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Informasi Sistem
Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial, Jurnal Riset Akuntansi
Indonesia, Vol.1, No. 2, Juli, pp 141-162
Robbins, Stephen P. (1994), Management, USA: Prentice Hall. Inc.
Schermerhorn, John R (1999), Management, Sixth Edition, John Willey & Sons Inc.
Stair, Ralph M. (1996), Principles of Information Systems, Second Edition,
Massachusets: International Thomson Publishing
Stoner, James A. F., R. Edward Freeman, Daniel R. Gilbert (1992), Management, Fith
Edition, New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Wagner, John A dan John R Hollenback (1995), Management of Organizational
Behavior, Second Edition, New Jersey: Prentice Hall, Inc.
Wilkinson . Joseph W. (1999), Accounting and Information Systems, Third Edition,
New York: John Willey & Sons, Inc.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s